8 Penyebab Grounding Rusak & Nilai Resistansi Tanah Menurun
Penyebab Grounding Rusak & Nilai Resistansi Tanah (Ohm) Menurun – Waspadai Tanda Bahayanya!
Sistem grounding atau pentanahan adalah bagian yang sangat krusial dalam instalasi listrik dan sistem proteksi petir. Fungsinya untuk mengalirkan arus lebih atau arus bocor ke tanah agar tidak membahayakan manusia maupun merusak peralatan listrik. Meski terlihat sederhana, grounding seringkali mengalami kerusakan secara perlahan tanpa disadari. Akibatnya, nilai tahanan tanah (resistance) meningkat dan sistem listrik menjadi tidak aman.
Menurut standar SNI 03-7015-2004 dan PUIL 2011, nilai resistansi grounding yang baik untuk proteksi petir ≤ 5 Ohm. Untuk instalasi umum, batas toleransinya ≤ 1–10 Ohm tergantung fungsi bangunan. Namun fakta lapangan menunjukkan banyak instalasi grounding yang saat diuji ulang memiliki nilai resistansi 25–100 Ohm atau bahkan lebih. Ini sangat berbahaya.
Artikel ini akan membahas secara lengkap penyebab grounding rusak, mengapa nilai Ohm meningkat/tidak stabil, cara mengeceknya, dan solusi perbaikan profesional.
Kenapa Grounding Sangat Penting?
Grounding menjadi jalur aman untuk:
-
Mengalirkan arus petir ke tanah
-
Mengurangi risiko sengatan listrik
-
Menghindari kerusakan alat listrik (AC, panel listrik, PLC, server, CCTV)
-
Menstabilkan sistem kelistrikan
-
Melindungi manusia dari bahaya tegangan sentuh
Bayangkan listrik tanpa grounding seperti gedung tanpa pondasi—berbahaya dan tidak stabil.
Penyebab Grounding Rusak atau Tidak Berfungsi
Berikut faktor paling umum yang membuat grounding bermasalah di lapangan:
1. Korosi pada Ground Rod
Batang tembaga (ground rod) yang ditanam di tanah lambat laun dapat berkarat dan terkikis akibat reaksi elektrokimia pada tanah. Jika materialnya jelek, misal hanya besi berlapis tipis tembaga, batang bisa habis dalam 1–2 tahun. Ketika batang terputus, nilai resistansi akan melonjak.
2. Sambungan Longgar atau Tidak Standar
Banyak pemasangan grounding asal-asalan: sambungan kabel ke rod hanya dijepit seadanya. Seiring waktu, sambungan bisa longgar karena terkena getaran tanah, hujan, atau korosi. Idealnya sambungan harus menggunakan exothermic welding (brazing) atau clamp tembaga standar IEC.
3. Kabel Grounding Putus
Kabel grounding (BC, NYY, atau NYA) bisa putus akibat:
-
Digigit tikus
-
Tertarik alat berat proyek
-
Terkorosi
-
Terkena panas berlebih
Jika kabel putus, grounding langsung gagal total meski alat ukur masih membaca nilai tertentu (false reading).
4. Penurunan Kualitas Tanah
Kualitas tanah berubah karena musim. Saat kemarau, tanah mengering dan resistivitas tanah meningkat sehingga nilai grounding naik. Inilah alasan pentingnya chemical grounding atau penambahan bahan GLE (Grounding Enhancement) seperti Plasma Gem, bentonite, atau garam mineral untuk menjaga kelembapan tanah.
5. Pemasangan Cetek dan Tidak Sesuai Standar
Ground rod yang ditanam hanya 2–3 meter tidak efektif. Semakin dalam pemasangannya, kontak tanah semakin baik. Standar kedalaman minimum grounding yang aman adalah 6–12 meter, tergantung resistansi tanah.
6. Tidak Ada Pemeriksaan Berkala
Grounding wajib diuji setiap 6 bulan menggunakan earth tester tipe fall-of-potential (3 pole method). Namun mayoritas pengguna tidak pernah memeriksa ulang setelah pemasangan.
7. Tanah Mengandung Batu atau Pasir
Tanah berpasir, berbatu, atau kering memiliki resistansi tinggi. Tanpa rekayasa tanah, grounding akan sulit mencapai nilai 5 Ohm.
8. Instalasi Grounding Terganggu Aktivitas Proyek
Di proyek industri/perumahan, sistem grounding sering terganggu saat pekerjaan lanjutan seperti pengecoran, penimbunan, atau pemotongan kabel terjadi.
Gejala Grounding Bermasalah (Waspada Jika Ini Terjadi!)
Sistem grounding yang rusak biasanya menunjukkan tanda-tanda berikut:
✅ Sering terjadi konslet tanpa sebab jelas
✅ Alat elektronik sering rusak mendadak
✅ Ada sengatan listrik kecil saat menyentuh body mesin
✅ UPS sering bunyi alarm
✅ Panel listrik memicu percikan api
✅ Sistem penangkal petir tidak bekerja optimal
Jika salah satu dari gejala ini terjadi, segera lakukan pengukuran ulang grounding.
Kenapa Nilai Resistansi Grounding Bisa Naik atau Menurun?
Nilai grounding (Ohm) bisa berubah karena:
-
Perubahan musim (kering vs basah)
-
Sambungan grounding melemah
-
Rod grounding korosi
-
Media tanah hilang efektivitasnya
-
Kabel putus tapi masih “terbaca” oleh alat
-
Sistem grounding hanya 1 titik (tidak paralel)
Solusinya adalah melakukan grounding improvement menggunakan:
✅ Penambahan ground rod paralel
✅ Penggunaan chemical grounding
✅ Pengelasan exothermic pada sambungan
✅ Penambahan sistem kisi (grid) untuk area industri
Cara Cek Grounding yang Benar
Pengukuran grounding harus memakai Earth Tester Megger metode:
-
3 Pole Method (standar)
-
Fall of Potential Method (IEC 60364)
Jika nilai hasil pengukuran > 5 Ohm, sistem grounding wajib diperbaiki.
Standar Nilai Grounding Ideal
| Aplikasi | Nilai Grounding Ideal |
|---|---|
| Rumah tinggal | 1–5 Ohm |
| Gedung perkantoran | ≤ 3 Ohm |
| Panel listrik industri | ≤ 2 Ohm |
| Sistem proteksi petir | ≤ 5 Ohm |
| Data center / server | ≤ 0.5–1 Ohm |
Solusi Perbaikan Grounding Rusak
Berikut langkah perbaikan grounding secara teknis:
✅ Ganti ground rod yang korosi dengan tembaga asli
✅ Tambah paralel ground rod untuk menurunkan resistansi
✅ Gunakan Plasma Gem / bentonite untuk stabilkan tanah
✅ Perbaiki sambungan menggunakan exothermic weld
✅ Pasang manhole + inspection pit biar mudah perawatan
✅ Ukur ulang rutin setiap 6 bulan
Kenapa Perawatan Grounding Itu Wajib?
Grounding bukan alat yang bisa ditinggal setelah dipasang. Ini sistem hidup yang harus dirawat. Jika tidak, risikonya:
❗ Kebakaran listrik
❗ Peralatan industri rusak
❗ Gedung tidak lolos sertifikasi K3 & Disnaker
❗ Proteksi petir gagal total
Butuh Jasa Perbaikan Grounding Profesional?
Jika kamu butuh:
✅ Pengukuran nilai grounding berbasis SNI
✅ Perbaikan nilai tahanan tanah
✅ Instalasi grounding baru
✅ Laporan teknis untuk audit perusahaan/K3
✅ Sistem proteksi petir + grounding terpadu
PT Sempurna Karya Esa siap membantu. Kami adalah spesialis grounding dan penangkal petir berstandar SNI sejak 2018, melayani seluruh Indonesia untuk perumahan, pabrik, gudang, PLN, tower BTS, SPBU, dan gedung komersial.

📞 Konsultasi & Survey Teknis: 0821-2515-0247
🌐 Website: www.pasangpenyalurpetir.com
🔧 Teknisi ahli – alat ukur lengkap – garansi pekerjaan
